ASKETISME

 PENGERTIAN ASKETISME

Asketisme adalah ajaran-ajaran yang menganjurkan pada umatnya untuk menanamakann nilai-nilai agama dan kepercayaan kepada Tuhan, dengan jalan melakukan latihan- latihan dan praktek-praktek rohaniah dengan cara mengendalikan tubuh dan jiwa Pada tradisi Islam, bahasan asketik bersumber pada konsep zuhud yang lahir dari tradisi tasawuf.

PERKEMBANGAN ASKETISME MODERN

Pemikiran asketisme modern terlihat lebih dominan dari implementasi gaya berpikir Max Weber,Weber menggunakan asketisme sebagai potensi transformatif terhadap ‘the monastic empowerment of the self’ (pemberdayaan kekuatan monastik pada diri)Akhirnya Weber mencetuskan pengembangan asketik Protestan dan kebangkitan monastik.Weber menarik asketisme dari diskursus keagamaan yang sifatmetafisi dikembangkan menjadi ide asketisme yang realistis. Indikator sukses seseorang dalam beragama tergantung dari suksesnya hidup di dunia.
Dorongan asketisme selama ini berupaya abstain dalam persoalan duniawi sehingga menahan dan mengekang diri dari berbagai pengaruh melalui dorongan diciptakan secara sistematis dari dalam diri jiwa, Asketisme dipahami sebagai persepsi bertujuan merubah dunia menurut keyakinannya.Asketis monastik terbagi pada dua jenis yaitu setiap individu mencari keselamatan dan hirokratik organisasi untuk melatih kependetaan pada diri. Tindakan Weber telah mensponsori lahir berbagai ide-ide ekonomi modern untuk mengalih perhatian agama yang statis kepada pencerahan ekonomi sosial.

ASKETISME ATAU ZUHUD DALAM ISLAM

Asketisme dalam Islam dapat ditelusuri dari konsep zuhud yang berkembang dari tradisi tasawuf, kata zuhud berasal dari kata zahada yang berarti tertarik. Secara etimologis zuhud juga berarti “Raghaba ‘an sya’in wa tarakayu” artinya tertarik pada sesuatu dan meninggalkannya. Kata “zahada fi aldunya’ berarti mengosogngkan diri dari kesenangan dunia untuk beribadah. Sedangkan zuhud jamak dari zuhdin yang diartikan orang yang tidak suka kepada dunia (zahid). Secara terminology, zuhud berarti memalingkan aktivitas ruhaniah dari hal-hal yang yang bersifat duniawi. Zuhud itu tidak terlepas dari dua hal. Pertama, zuhud sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari tasawuf, yang bisa disebut salah satu maqam atau station. Maqam adalah perjalanan yang harus ditempuh oleh seorang sufi dalam mendekatkan diri kepada Allah (Ma’rifatullah). Kedua, zuhud diartikan sebagai gerakan protes dan moral Islam hkan subjudul Zuhud sebagai salah satu dari maqam yang terdapat dalam tasawuf, apabila tasawuf diartikan adanya kesadaran dan komunikasi langsung antara manusia dengan Tuhan sebagai perwujudan ihsan, Maka zuhud merupakan suatu station (maqam) menuju tercapainya “perjumpaan” atau ma’rifat kepada - Nya. Asmaraman menulis pendapat R.A.Nicholson bahwa lahirnya gerakan zuhud disebabkan oleh dua faktor, yaitu: Pertama, dampak dari ajaran Islam itu sendiri dan, Kedua. ajaran kependetaan Nasrani. Namun, ia lebih berpendapat bahwa ajaran Islam yang lebih dominan memberikan dampak terhadap lahirnya gerakkan hidup zuhud. Sedangkan Harun Nasution dalam bukunya Falsafah dan Mistisme dalam Islam menjabarkan penyebab menculnya zuhud ada lima macam, yakni:
1.Dipengaruhi oleh cara hidup orang-orang Kristen.
2.Dipengaruhi oleh ajaran Pythagoras yang mengharuskan untuk meninggalkan kehidupan materi dalam rangka membersihkan roh. Ajaran meninggalkan dunia dan berkontempalsi, inilah yang mempengaruhi timbulnya zuhud dan sufisme dalam Islam.
3. Dipengaruhi oleh ajaran Plotinus yang menyatakan dalam rangka pensucikan ruh yang telah kotor, sehingga dapat menyatu dengan Tuhan harus meninggalkan kehidupan dunia.
4. Dipengaruhi ajaran Budha yang menyatakan bahwa untuk mencapai nirwana orang harus meninggalkan dunia dan memasuki hidup kontemplasi
5. Pengaruh ajaran Hindu yang mendorong manusia untuk meninggalkan dunia dan mendekatkan diri kepada Tuhan untuk mencapai persatuan antara Atman dan Brahman.

KRITISASI ASKETISME ISLAM KONTEMPORER

Asketisme dalam Islam semata-mata mengajak orang masuk dalam zuhud sebagai dunia sufistik tentu tidak menarik bagi mereka yang paham pada modernitas bahkan sebagian umat Muslim tidak kentara terhadap zuhud semacam ini. Modernitas menawarkan berbagai aktifitas provit, benefit dan ethos tindakan positif lainnya yang menarik perhatian terpacu dalam melepaskan diri dari terpenjarai masa lalu ataumemilih masuk memenjarai diri dalam modernitas.
Asketisme dalam Islam diperlukan sebuah rekonstruksi berdasarkan saintifikasi maupun Islamisasi agar zuhud menjadi familiar bagi ummat Muslim dewasa ini dengan mengupaya- kan sikap zuhud yang dapat diterima bagi perkembangan dunia modern maka zuhud moderat sebagai solusi agar tidak lagi asketisme dalam Islam mengalami stagnan. Dengan demikian akan lahir zuhud produktif dan partisipatif di antaratawaran sufisme zuhud atau sufisme yang ingin berusaha merubah nasib diri (muktasib).


ASKETISME DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI AGAMA

Jalaluddin menulis bahwa; Hal yang menarik psikologiagama dalam mempelajari mistisisme adalah kenyataanbahwa pengalaman-pengalaman mistik atau perubahan-perubahan kesadaran yang mencapaipuncaknya dalam kondisiyang digambarkannya sebagaikemanunggalan. Kondisi ini digambarkan oleh mereka yang mengalami sebagai pengalaman menyatu dengan Tuhan. Pandangan Psikologi agama terhadapmistsisme digambarkan Jalaludin bahwa mistisisme bukanlahmerupakan gambaran yang mencerminkan pelarian atau pengunduran diri dari pergaualan dan interaksisosial seperti halnya pengidap schizophrenia Mistisisme bukan hanya semata-mata gejala psikologis, tetapi terdapat muatan keagamaan yang sulit dibuktikan melalui pendekatan empiris. Tetapi pendekatan psikologi agama telah memberikan sumbangan terhadap pemahaman sikap keagamaan tokoh-tokoh mistik. yang berpura- pura mengalami gangguan jiwa dengan memanfa’atkan agama sebagai alat untuk meligitimasi tindakan mereka.






















Komentar

Postingan populer dari blog ini

IMPLEMENTASI TAUHID DALAM LINGKUP KELUARGA

ARTIKEL IMPLEMENTASI TAUHID DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT KALIJODO

RESUME 5 JURNAL Ragam Keyakinan dalam Kehidupan Manusia