PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
PENGERTIAN AGAMA
Ø ETIMOLOGI
·
Sansekerta: “a” berarti
“tidak”, dan “gama” berarti kacau, atau kocar-kacir. Jadi agama berarti tidak
kacau atau teratur. (Anshari, 1987:122-123).
·
Kata ini pada mulanya adalah
menunjuk agama Hindu dan Budha.
· Dalam Bahasa inggris , agama
adalah religi yang berasal dari kata Latin relegare yang artinya mengikat.
Beragama berarti mengikatkan diri atau terikat atas suatu cara pandang dan
aturan-aturan tertentu. (Kahmad, 2002:13).
·
Konteks kata religi ini adalah
merujuk pada agama kristen
·
Dalam Bahasa Arab, ad-din,
berarti perjanjian, pembalasan Kata dana “dana” arti dasarnya adalah “hutang”
atau sesuatu yang harus dipenuhi atau ditunaikan. Agama adalah sesuatu yang
harus ditunaikan oleh manusia yang mengabaikannya berarti orang tersebut
berhutang. (Al-‘Askari, 2008:510).
Ø TERMINOLOGI
Pengertian agama menurut para tokoh
penganut terminologi:
·
SIDI GAZALBA
Agama
ialah kepercayaan kepada yang kudus, menyatakan diri berhubungan dengan dia
dalam bentuk Ritus, Kultus dan Permohonan dan membentuk sikap hidup berdasarkan
doktrin tertentu. (Gazalba, 1979:103).
·
HARUN NASUTION
Mendefinisikan
agama sebagai keterkaitan manusia dengan kekuatan gaib yang lebih tinggi dari
manusia yang mendorong manusia untuk berbuat baik. (Nasution, 2008:4).
·
MUHAMMAD DAUD ALI
Agama
adalah kepercayaan pada tuhan yang dinyatakan dengan mengadakan hubungan dengan
dia melalui upacara, penyembahan, permohonan dan membentuk sikap hidup manusia
berdasarkan ajaran agama itu. (Ali, 2018:39).
Ø SLOGAN DUNIA MODERN
·
Renaisance
·
Liberty
·
Pada asalnya ini adalah:
“Freedom for the religions”
Ø PANDANGAN SEKULARISME ATAS
AGAMA
· Sekularisme adalah paham yang menyatakan
bahwa agama harus dipisahkan dengan urusan dunia
·
Agama adalah urusan
privat
·
Agama tidak kompeten untuk
mengurus dunia
· Agama harus dipinggirkan dari urusan keduniaan
Menurut para tokoh penganut sekularisme:
Karl Mark (Filsuf, Jerman)
“Agama adalah candu masyarakat, Tuhan adalah pelarian orang yang kesulitan secara ekonomi”.
Emile Durkheim (Sosiolog, Perancis)
“Tuhan itu bukan sesuatu yang ghaib. Ia hanyalah symbol solidaritas social”.
Friedrich Nietzscche (Filsuf Jerman)
“Kini Tuhan telah mat, dengan membunuh Tuhan dalam dirinya maka manusia bisa menjadi kuat”.
Ø DAMPAK SEKULARISME
TERHADAP KEHIDUPAN
·
Manusia menjauhkan diri dari
agama
·
Muncul antipati dan kebencian
terhadap agama
·
Manusia mengalami kekeringan
spiritual
·
Manusia menjadi pragmatis dan
materialis
Ø KRITIK ISLAM ATAS
SEKULARISME
·
Sekularisme bertentangan dengan
ajaran Islam
·
Ajaran meliputi dunia dan
akhirat (QS.Al-Qashash:77)
·
Islam telah memberikan bukti
bagaimana agama ini dapat mencerahkan kehidupan, misalnya pada masa keemasan
Islam (“renaissance of Islam”)
·
Islam bersifat kritis dalam
menghadapi dunia modern
Ø KRISIS SPIRITUAL
·
Husen Naser menyatakan bahwa
akibat masyarakat modern yang mendewasakan ilmu pengetahuan dan teknologi
menjadikan mereka berada dalam wilayah pinggiran eksistensinya sendiri,
bergerak jauh dari pusat, sementara pemahaman agama yang berdasarkan wahyu
mereka tinggalkan, hidup dalam keadaan sekuler.
·
Dr. Yusuf Qardawai dalam
bukunya menyatakan, salah satu titik lemah umat Islam ialah kemampuan spiritual
kita tidak berfungsi. Ini terlihat dalam manhaj pengajaran dan sarana
Pendidikan yang ada di dalam masyarakat tidak dapat membantu dalam pembentukan
Konsepsi Rabbani di dalam diri kita.
·
Muhammad Iqbal seorang pemikir
dan penyair Muslim juga mempunyai pandangan bahwa sistem Pendidikan sekolah
modern terkadang telah membuka mata para generasi muda pada berbagai hakikat
dan makrifa. Akan tetapi, sistem itu tidak pernah mengajarkan bagaimana matanya
menangis dan hatinya khusu
·
Contohnya: Manusia tidak lagi
mementingkan ibadahnya dan hidup dengan kesenangan duniawi
Ø
KRISIS AKHLAK DAN SOSIAL
·
Ibnu Arabi
Ada 3
Jenis nafsu:
1)
Nafsu Syahwaniyah; ada pada
manusia dan hewan yaitu makan, minum segala aspek untuk jasmani
2)
Nafsu Ghodobiyah; emosi
3)
Nafsu Nathiqoh; berfikir
Ø
CIRI-CIRI MANUSIA BERAKHLAK
· Istiqomah
dan konsekuen dalam pendirian (QS. Al-Ahqof:13)
· Suka
berbuat kebaikan dan berbuat adil (QS. Al-Baqoroh:12)
· Memenuhi
amanah dan berbuat adil (An-Nisa: 58)
· Kreatif
dan Tawakal (QS. ALI-Imron:160)
· Disiplin
waktu dan produktif (QS. Al-Ashr:1-4)
· Melakukan
sesuatu secara proposional dan harmonis (QS. Al-A’raf:31)
Ø
KRISIS
LINGKUNGAN HIDUP
Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena
perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari
(akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Katakanlah (Muhammad), “Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan
orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang
mempersekutukan (Allah).” (QS. Ar-rum:41-42).
Ø
KRISIS
YANG ADA DI LINGKUNGAN SEKITAR
·
Krisis Moral
yaitu kurangnya tingkat kesopanan, disiplin, serta pancasila yang
rendah.
Upaya mengatasinya yaitu dengan:
1)
Menanamkan pendidikan
karakter sejak dini.
2)
Pemilihan teman
bergaul dan lingkungan yang tepat.
3)
Mampu memanfaatkan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan baik.
4)
Pengawasan dan juga
perhatian orangtua. Orang tua sangat berperan penting dalam mendidik seorang
anak agar tidak mengalami dekadensi moral.
5)
Memberikan pendidikan
karakter.
6)
Meningkatkan
pendidikan moral dan agama.
·
Krisis Spiritual
Upaya mengatasinya yaitu dengan:
1)
Mengembalikan
nlai-nilai ilahiah kedalam diri setiap insan, dengan berbagai proses yang
membutuhkan kesabaran dan keteguhan hati serta istiqomah menjalankannya.
2)
Merenungkan kembali
Al-mithaq al-awal.
3)
Menanamkan dalam diri
sifat mahabbatan, Dalam bertarekat, seseorang bisa mengamalkan “virtual” yaitu
peluang untuk bertasawuf atau bertarekat tetapi tidak secara formal atau
mengikuti organisasi tarekat tertentu bahkan seseorang dapat membuat tarekatnya
sendiri-sendiri dengan mengmalkan wirid/dzikir
4)
Tawasul dan
sebagainya secara konsisten untuk menempuh ahwal dan maqomat yang hanya Allah
yang maha mengetahui.
·
Krisis Ekonomi
Upaya mengatasinya yaitu dengan:
1)
Mempersiapkan
keuangan
2)
Mengurangi biaya
pengeluaran
3)
Mengurangi utang
4)
Diversifikasi asset
5)
Memiliki pendapatan
tambahan
CONTOH KRISIS PADA ANAK
1. Krisis Moral
2. Krisis Kejujuran
3. Krisis Indentitas
1
ORGANISASI ISLAM
Organisasi masyarakat atau
disingkat ormas
adalah suatu istilah yang digunakan di Indonesia
terhadap organisasi berbasis massa yang dibentuk dengan tujuan tertentu berdasarkan
kesepakatan bersama. Ormas dapat dibentuk berdasarkan beberapa kesamaan atau
tujuan, misalnya: agama, pendidikan dan sosial. Dengan demikian, ormas Islam
dapat diartikan sebagai organisasi berbasis massa yang disatukan oleh tujuan
untuk memperjuangkan tegaknya agama Islam sesuai Al[1]Qur‟an dan Sunnah serta memajukan umat Islam
dalam berbagai bidang; baik dalam bidang agama, pendidikan, sosial maupun
budaya.
TAMAN BACA AL-QURAN
Komentar
Posting Komentar